Jumat, 17 Agustus 2012

STRATEGI POLYGON DI PASAR INDUSTRI SEPEDA

Polygon, merek sepeda terkenal ini ternyata asli Indonesia. Sepeda buatan PT Insera Sena ini sudah diproduksi lebih dari 20 tahun dan diekspor setidaknya ke 30 negara di dunia. Sepeda lokal ini asli buatan Sidoarjo, Jawa Timur yang sudah tersebar di beberapa benua. 95%-99% produksinya diekspor, termasuk pesanan dari negara-negara Eropa





K0NDISI PASAR :

  1. Saat ini sepeda persepsinya sebagai kendaraan trasportasi kasta terendah
  2. Harga sepeda polygon dianggap terlalu mahal dibandingkan merek-mereka sepeda lainnya yang beredar.
  3. Pada tahun 1994 pasar sepeda jatuh, dibabat oleh tren penjualan sepeda motor yang meningkat drastis pasca krisis ekonomi.
  4. Pemain beken sudah berjejel di pasaran : Federal, Muddyfox dan produk lain dari China dan Taiwan

PENGALAMAN POLYGON :

  1. Mengembangkan toko Rodalik yang sekarang sudah menjadi 30 toko yang tersebar di seluruh Indonesia.
  2. Membangun 400 dealer untuk mendukung kanal distribusi Polygon
  3. Membangun kerja sama yang baik dengan media besar nasional.
  4. Aktif  beriklan di media cetak dan televisi, sering mengikuti pameran dan mengadakan event-event fun bike.
  5. Bekerja sama dengan komunitas penggemar sepeda (bike to work), mengikuti even tentang lingkungan hidup seperti gerakan dunia Save the Earth, Back to Nature, Konferensi Dunia Pemanasan Global.
  6. Terus mengampanyekan sepeda sebagai produk yang murah, sehat dan ramah lingkungan.  
STRATEGI POLYGON DI PASAR SEPEDA :

  1. Melakukan  innovasi produknya lebih ke gaya hidup.
  2. Membidik pasar Indonesia, Malaysia, Singapura dan Australia
  3. Perusahaan juga memproduksi merek dunia seperti Scoot USA, KONA,Miyata, Mustang, MuddyFox, Limit, Relighi, Apollo, dan Kuwahara.
  4. Konsep pemasarannya lebih ke WE, antara produsen dan konsumen posisi nya sama, sejajar, apa yang dirasakan konsumen merupakan masalah produsen juga.
  5. Mengimpor sepeda merek Dahon yang memperkuat pemasaran Polygon.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar