Senin, 06 Agustus 2012

Strategi Low Cost Maskapai Penerbangan Air Asia Indonesia

Air Asia adalah salah satu maskapai penerbangan low cost premier di Asia dan telah memperoleh ratusan milyar setiap tahunnya. Dalam kalkulasi sederhana,harga tiket di atas seperti tidak masuk akal. Air Asia tidak hanya sekali menerapkan harga tiket seperti ini tetapi secara reguler menerapkannya. Harga tiket tersebut bahkan jauh lebih murah dibandingkan dengan harga tiket bus ataupun kapal laut. Air Asia tahu bahwa tidak semua kursi dalam penerbangan akan terisi oleh karena itu daripada kursi tersebut tidak terisi maka lebih baik ditawarkan kepada pelanggan dengan harga yang super murah. Air Asia akan mendapatkan manfaat dari publisitas yang beredar. Tentu saja tempat duduk yang disediakan untuk tarif tersebut terbatas dan penumpang harus memesan sebelumnya.
Berikut ini adalah strategi air asia dalam menekan biaya sehingga harga tiket Air Asiadapat dibuat serendah mungkin.

1. AirAsia meniadakan makanan dan minuman di dalam pesawat. Penumpang yang membutuhkan makanan dan minuman tetap dapat memesannya di dalam pesawat.
2. Rute perjalanan Air Asia pada umumnya butuh waktu antara 3 – 3,5 jam. Hal ini membuat Air Asia dapat menggunakan awak kabin yang sama untuk penerbangan balik dari tujuan kedatangan kembali ke tujuan pemberangkatan sambil membawa penumpang baru dengan demikian biaya gaji awak kabin dapat dikurangi.

3. Tidak ada biaya yang diperlukan untuk akomodasi awak kabin di tujuan kedatangan karena mereka kembali ke rumah pada hari yang sama, setelah 8-10 jam. Waktu tersebut sama dengan waktu normal orang kantoran biasa bekerja.

4. Pelanggan didorong untuk membeli tiket lewat internet sehingga Air Asia dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa tempat penjualan tiket beserta stafnya. Penghematan lainnya adalah tidak ada tiket yang dicetak. Pelanggan cukup mencetak sendiri kode penerbangan beserta rinciannya Atau Tiket dipesan melalui internet atau dibeli ke counter dengan bentuk tiket selembar kertas. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pemborosan yang selama ini dilakukan, dimana tiket menggunakan kertas yang bagus dan jumlah lembarannya hampir 5 lembar. Dengan tiket selembar kertas, maka pemborosan biaya dapat dilakukan.
Transaksi online tiket IAA ini bejalan dengan baik. Tercatat sudah 67% dari jumlah penumpang menggunakan layanan ini. Kendati demikian, kalau dibandingkan dengan low cost airlines ternama seperti South West dan Ryan Air, angka itu masih lebih rendah. Pengguna e-ticketing kedua maskapai itu sudah mencapai sekitar 90%, karena dukungan Internet yang penetrasinya lebih baik.

5. Air Asia mencari landasan udara termurah. Sebagai contoh Air Asia lebih memilih landasan udara Macau yang lebih murah dibandingkan Hongkong. Dari Macau penumpang dapat menaiki hovercraft ke Hongkong. Jika dalam sebuah negara tidak terdapat pilihan landasan udara murah, maka Air Asia memilih untuk tidak menggunakan semua fasilitas dalam bandara tersebut semisal jembatan layang yang menghubungkan ruang tunggu dengan pesawat. Penumpang dapat berjalan kaki langsung menuju pesawat.
6. AirAsia hanya menggunakan 1 jenis pesawat sajayaitu Air Bus 320. Hal ini dapat menghemat biaya pelatihan awak kabin karena mereka hanya perlu mempelajari 1 jenis pesawat saja. Kendati begitu, IAA juga telah memiliki strategi pengadaan pesawat ke depan. Seperti kebijakan Grup AirAsia, maskapai ini akan mengganti tipe pesawatnya dengan Airbus A-320 yang dilakukan secara bertahap mulai tahun ini. AirAsia Malaysia sudah hampir 100% memakai Airbus. Untuk tahun ini direncanakan IAA menambah empat unit Airbus A-320. Proyeksi lima tahun ke depan sudah ada 32 unit Airbus.
7. Dalam salah satu promosinya Air Asia pernah menawarkan harga tiket yang  sanga trendah.
- KL ke Jakarta (sekali jalan) : Rp. 4.975
            - KL ke Macau (sekali jalan) : Rp. 2.475
            - KL ke Bangkok (sekali jalan) : Rp. 7.475
8. AirAsia melakukan hedging terhadap biaya bahan bakar. Bahan bakar menghabiskan 60 persen dari total biaya operasional AirAsia. Maskapai udara tersebut membayar bahan bakar di depan untuk menjaga harga terendah, sehingga bisa meminimalkan resiko fluktuasi harga bahan bakar. maskapai ini mempraktikkan pola 25 menit untuk lepas landas. Ini diklaim yang paling cepat di Asia, sehingga menghasilkan utilisasi pesawat yang tinggi, biaya makin rendah, dan produktivitas SDM makin tinggi.
9. Mengurangi penerbangan dari satu daerah ke daerah atau dari satu negara ke negara lain menggunakan transit. Kalau setiap penerbangan transit, maka biaya pemakaian airport akan di bebankan sangat besar. Untuk itu, mereka berusaha setiap penerbangan tidak ada transit dan langsung ke tempat tujuan.
10. Penghematan juga terjadi di sisi off ground, yakni pada segala aktivitas di dalam pesawat dan di udara. Misalnya, pihaknya hendak menekankan kepada penumpang untuk membawa barang yang lebih ringan. Di samping bisa menghindari charge yang lebih besar, juga membuat beban pesawat lebih ringan, sehingga konsumsi BBM yang dipakai jadi lebih kecil. Selain itu, masalah teknik penerbangan pun menjadi perhatian. Karena itu, para pilotnya dilatih untuk mengoperasikan pesawat dengan teknik yang memungkinkan konsumsi BBM irit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar