Kamis, 09 Agustus 2012

Merger Optima dengan Kaswall

Optima-Kaswall melakukan sinergi dalam bisnis media dan periklanan Dalam hal ini Optima Kaswall akan beroperasi sebagai kesatuan dalam memberikan layanan belanja iklan bagi para klien mulai 1 Februari 2012.

Seperti diketahui, dalam sepuluh tahun terakhir industri media di Indonesia mengalami kemajuan sangat pesat. Jumlah terbitan media Indonesia terus bertambah dalam kurun waktu 10 tahun baik media konvensional dan media elektronik. Dengan munculnya banyak pemain dalam bisnis media tersebut, secara langsung maupun tak langsung juga menuntut pemilihan media dan belanja iklan yang efektif sekaligus efisien bagi para pemasang iklan.

Perkembangan tersebut juga ditunjukkan oleh kondisi bisnis periklanan di Asia khususnya Indonesia hingga 2010 yang terus mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 18% berdasarkan perhitungan dari Adex Asia Pacific. Melihat tantangan tersebut, Optima dan Kaswall bersatu di bawah naungan Optima-Kaswall untuk dapat membantu klien dalam investasi budget iklan yang lebih menguntungkan.

Perkembangan bisnis media menjadi tantangan dan peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Hal itu membuat Optima bersama dengan Kaswall untuk bersinergi agar dapat membantu para pemasang iklan membelanjakan budget iklan secara efektif dan efisien. "Dengan kekuatan belanja iklan besar maka dapat menjadi mitra yang dapat diandalkan oleh para klien dalam memenuhi kebutuhan belanja iklan.

Melalui merger ini, Optima Kaswal menargetkan bisa mencapai biling commitment hingga Rp 1 triliun pada 2012. dengan strategi ini Optima Kaswall optimistis target itu bisa dicapai karena negosiasi agensi dengan klien atau pengiklan kelak akan menjadi lebih bagus menyusul investasi pengiklan yang menjadi lebih efisien.
Melalui penggabungan ini, kedua perusahaan memiliki persentase saham yang seimbang, yaitu PT Optima Media Dinamika menguasai 49% kepemilikan, dan sisanya 51% dimiliki oleh PT Kaswal Dinamika. 

Terkait penetrasi periklanan via media digital, sudah mencapai 20%- 25%, namun masih lebih kecil dibandingkan media konvensional seperti TV dan radio yang sudah mencapai 100%, sedangkan koran terpaut di kisaran 30%-40%. "Memang euforia digital sudah terjadi, namun spending iklan di kami masih lebih ke mass media atau conventional media. Dan memang, dari sisi marketing dan billing commitment, bisnis iklan di media digital sendiri masih kecil.



 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar