Senin, 09 Juli 2012

Aliansi LG Electronik dengan Smart TV

 LG Electronics  mengumumkan bahwa mereka telah membentuk aliansi Smart TV dengan perusahaan Jepang Sharp dan TP Vision, perusahaan asal Taiwan penerus dari produsen TV Belanda Philips Electronics, dalam upayanya untuk mengalahkan Samsung selaku pemimpin pasar di industri Smart TV.
Aliansi yang diberi nama "Smart TV Alliance," akan dipimpin oleh eksekutif dari LG Electronics Kwon Bong-suk, dan diharapkan dapat memberikan konvergensi software secara multi-fungsi untuk digunakan di berbagai perangkat digital yang terhubung, mirip dengan apa yang dilakukan oleh Samsung lewat bada/Tizen. "Kami berharap kerjasama ini untuk lebih meningkatkan ekosistem Smart TV, sambil memberikan pijakan bagi industri Smart TV untuk lepas landas," kata Kwon dalam sambutannya.
Sementara orang dalam LG mengatakan bahwa perusahaan Jepang lainnya, yakni Toshiba akan segera bergabung dengan kemitraan ini. Namun pejabat Toshiba di Korea ketika dihubungi menolak berkomentar tentang masalah tersebut.
Sebagai permulaan, aliansi yang beranggotakan tiga produsen TV ini akan meluncurkan "Software Development Kit (SDK)" yang pertama di mana pengembang software atau konten dapat mengakses source dan tool pemrograman untuk membuat dan mengunggah aplikasi mereka untuk Smart TV. SDK yang akan diluncurkan akhir bulan ini, akan didasarkan pada teknologi HTML 5 sehingga pengembang dapat membuat aplikasi mereka seolah-olah untuk sebuah website tanpa harus khawatir perbedaaan hardware dan sistem operasi.
Pengembang saat ini menghadapi kesulitan ketika harus mengembangkan aplikasi yang sama untuk platform yang berbeda karena adanya fragmentasi yang membuat tingkat kompatibilitas sebuah aplikasi menjadi rendah. HTML 5, yang sebelumnya merupakan software standar untuk browser internet, adalah solusi yang dianggap paling tepat buat pengembang untuk menghindari fragmentasi, yang pada akhirnya bisa menghemat waktu, tenaga dan pikiran saat membuat dan menampilkan aplikasi mereka.
"Aliansi ini bertujuan untuk lebih mendorong pengembang untuk membuat aplikasi tunggal yang akan berjalan pada TV dari tiga perusahaan. Semakin banyak mitra yang kita miliki, semakin banyak aplikasi yang kita dapatkan," kata Yoon Won-il, juru bicara senior dari LG Electronics. LG juga mengatakan bahwa aliansi ini akan memperkenalkan aplikasi pertama mereka pada kuartal ketiga tahun ini.
Dan ini bukan pertama kalinya produsen elektronik di Asia telah bergabung untuk mengalahkan Samsung. Hon Hai Precision Industry dari Taiwan dan afiliasinya pada bulan Maret yang lalu sepakat untuk membeli 9,9 persen saham pada Sharp melalui penawaran saham baru yang ditetapkan akan selesai pada Maret tahun depan. Hon Hai adalah ujung tombak dari Foxconn, perusahaan kontraktor terbesar di dunia elektronik, yang selama ini membuatkan perangkat elektronik untuk perusahaan lain termasuk Apple, Sony dan Nokia.

Terry Gou, chairman dari Hon Hai Precision Industry, mengatakan kepada pemegang saham pada hari Senin yang lalu bahwa kerjasamanya dengan Sharp "akan membantu kita mengalahkan Samsung." Ini termasuk keputusan awal bulan ini untuk mulai membeli panel layar dari Sharp tiga bulan lebih awal.

Di sisi software, langkah LG ini seakan menjadi pukulan berat buat Google yang mencari mitra produsen TV untuk mau memasarkan Google TV berbasis Android. Sama seperti Apple, Microsoft dan Samsung, Google juga menginginkan adanya konvergensi software diantara perangkat digital melalui Android. Diantara produsen TV besar, hanya Sony dan LG yang mau merilis Google TV, sementara Samsung hanya berjanji tapi tidak pernah direalisasi mengingat mereka sudah sukses dengan platform Smart TV yang berbasis sistem operasi milik mereka sendiri.
Perangkat Smart TV dari Samsung saat ini memiliki koleksi aplikasi terbanyak di industri ini, diikuti oleh Apple TV. Sebelumnya LG telah memiliki platform software untuk produk Smart TV mereka sendiri yang bernama NetCast. Kini dengan konsentrasi LG lebih kearah aliansi baru ini, mimpi Google untuk bersaing dengan Apple di segmen TV cerdas hanya bisa bergantung pada Sony dan Motorola Mobility yang baru mereka akuisisi.
sumber : badaindonesia.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar