Senin, 10 September 2012

CT Corp Akuisisi Retail Carrefour 3 Triliun

Chairul Tanjung dengan bendera CT Corp mengakuisisi industri retail PT Carrefour Indonesi, Nilai akuisisinya pun tak tanggung-tanggung sebesar Rp 3 triliun.  Chairul mengakuisisi 40% saham Carrefour Indonesia sekaligus menobatkan kelompok usahanya sebagai pemegang saham tunggal terbesar. Sementara pemegang saham lainnya adalah Carrefour SA sebesar 39 persen, Carrefour Nederland BV (9,5 persen), dan Onesia BV (11,5 persen).

 Alasan CT mengakuisisi Carrefour :

1. Carrefour adalah ritel papan atas negeri ini. Bahkan sejak tahun 2008, ia ranking pertama dengan omset   Rp 10,68 Triliun. Meninggalkan Matahari yang omsetnya Rp 9,03 trilyun.

2. Carrefour sudah membuktikan eksistensinya dalam jangka panjang. Orang SNF Consulting harus antusias dengan perusahaan seperti ini. Perusahaan ini sudah berdiri sejak 3 Juni 1957 di dekat sebuah perempatan jalan di Paris. 

3. Carrefour adalah perusahaan kelas dunia. Visi SNF Consulting sebagai kantor konsultan yang dipercaya perusahaan-perusahaan kelas dunia memacu saya untuk menyimaknya secara mendalam. Ritel nomor dua di dunia setelah Wallmart ini telah beroperasi di berbagai negara di dunia. Indonesia adalah salah satunya. Lebih dari 50 gerai Carrefour beroperasi di negeri ini sebagai bagian dari 8 023 gerainya di seluruh dunia.

4. Carrefour berbisnis ritel. Ini adalah bidang yang sangat tradisional. Siapa pun bisa memasuki sektor ini. Entry barrier nya rendah. Di gang-gang kecil kampung selalu ditemui toko-toko kelontong yang menjual aneka kebutuhan sehari-hari. Gula, garam, beras, sayur-mayur, sabun, minyak goreng dan sejenisnya. Bidang inilah yang dimasuki raksasa ritel yang secara global beromset lebih dari Rp 900 Trilyun ini dengan sukses.

Carrefour merupakan perusahaan retail terbesar di Indonesia. Pemasoknya bervariasi mulai dari perusahaan besar, kecil, dan menengah, petani, peternak, kelompok nelayan, dan lain-lain. Perkembangannya semakin meluas setelah pada Januari 2008, Carrefour berhasil mengakuisisi 75 persen saham PT Alfa Retailindo Tbk yang kemudian mengubah seluruh gerai Alfa menjadi Carrefour Express.
 
Dengan kerjasama tersebut, Trans Corp akan menerapkan kekuatannya dalam inovasi, operasi, dan pengetahuan mengenai pasar lokal untuk bekerja sama dengan Carrefour dalam menyediakan kebutuhan konsumen di Indonesia.  Sekaligus mengombinasikan gerai Carrefour dengan kelompok usaha Para Group dalam bidang pelayanan finansial dan gaya hidup (lifestyle-fashion), makanan dan minuman (food & beverage), dan travel.

Minggu, 02 September 2012

DBS Group Akuisisi Danamon Rp 45,2 Triliun


Bank terbesar di Asia Tenggara yang berbasis di Singapura, DBS Group Holdings Ltd (DBS), mengambil alih 67,37% saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN).Akuisisi dilakukan dengan membeli 100% saham Fullerton Financial Holdings Pte Ltd (FFH) pada Asia Financial (Indonesia) Pte Ltd, perusahaan pemilik 67,37% saham Danamon,senilai Rp45,2 triliun. 

Chief Executive Officer (CEO) DBS Group Holdings and DBS Bank, Piyush Gupta, mengatakan, akuisisi saham Bank Danamon didasarkan pada harga Rp7.000 per lembar saham. Total nilai transaksi akan dibayarkan dalam bentuk 439 juta saham baru DBS dengan harga penerbitan saham 14,07 dolar Singapura per saham.

Akuisisi ini akan meningkatkan kontribusi pendapatan dari perkembangan pasar yang tinggi dan akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari tiga kontributor pendapatan terbesar DBS bersama-sama Singapura dan Hong Kong  Danamon merupakan bank terbesar keenam di Indonesia dengan total aset per Desember 2011 sebesar Rp127 triliun.

Asia Financial menguasai 67,37% saham Danamon sejak 2003, ketika mereka mengambil alih bank tersebut dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) seharga USD321 juta (Rp3,08 triliun).DBS akan melakukan penawaran tender untuk membeli saham Danamon milik investor di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran Rp7.000 per saham.

Dengan asumsi penawaran tender akan diterima seluruhnya, nilai akuisisi Danamon mencapai Rp66,4 triliun. Sebesar Rp45,2 triliun di antaranya akan dibayarkan kepada Fullerton Financial Holdings Pte Ltd dalam bentuk saham baru yang dikeluarkan DBS dan sisanya dengan uang tunai kepada pemegang saham publik Danamon. Pembayaran tunai ini sekitar Rp21,2 triliun. Harga penawaran Rp7.000 per lembar itu merupakan harga dengan premi 56,3% di atas volume weighted average price (VWAP) per saham sebulan terakhir yaitu Rp4.480.

Akuisisi ini sejalan dengan rencana strategis DBS untuk menjadi bank terkemuka di Asia dengan sumber pendapatan yang beragam dari campuran berbagai segmen bisnis utamanya di China,Asia Selatan,dan Asia Tenggara. Peningkatan konsumsi domestik yang cepat, dan peningkatan alur perdagangan. Chairman DBS Peter Seah mengatakan, akuisisi Danamon merupakan tonggak penting yang menunjukkan kepercayaan DBS dan komitmen jangka panjang terhadap pasar di Indonesia. 

DBS memiliki kekuatan dalam corporate banking, capital markets, trade finance, dan investment management. Apabila transaksi terlaksana, Danamon akan bekerja sama dengan DBS untuk menjadi bagian dari suatu perbankan Asia yang dinamis.